JAKARTA - Pemerintah mengabaikan desakan para pengusaha otomotif agar membatalkan rencana kenaikan pajak kendaraan. Pemerintah memilih menaikkan pajak kendaraan daripada menaikkan harga bahan bakar minyak.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, penjualan mobil domestik tahun lalu naik 48 persen sehingga menembus 432 ribu unit. Bahkan, hingga Agustus ini, telah terjual 600 ribu unit mobil. Selain itu, penjualan sepeda motor tahun lalu juga melonjak lebih dari 50 persen, menjadi 4,8 juta unit.

''Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi positif karena salah satu indikasi ekonomi tumbuh adalah peningkatan penjualan mobil dan rumah," katanya. Di pihak lain, kenaikan sales kendaraan bermotor itu otomatis meningkatkan beban subsidi bahan bakar minyak yang ditanggung negara.

''Jadi, beban subsidi BBM yang harus ditanggung pemerintah meningkat karena prestasi Anda semua," kelakar Wapres di depan pengusaha otomotif nasional ketika meresmikan Toyota Part Center di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, kemarin (4/9).

Untuk mengendalikan pengeluaran subsidi BBM dan agar pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM, pajak kendaraan harus dinaikkan. Kalla menegaskan, pilihan yang dihadapi pemerintah adalah menaikkan harga BBM atau menaikkan pajak kendaraan. Kalau harga BBM naik, penjualan kendaraan akan turun dan rakyat marah kepada pemerintah.

''Tapi, kalau pajak kendaraan naik, penjualan (mobil) pasti sedikit turun, tapi rakyat tidak marah. Kan lebih baik begitu, lebih adil," ujar dia.

Kalla meminta pengusaha otomotif melihat kenaikan pajak bukan sebagai upaya pemerintah menekan penjualan otomotif, melainkan membuat penjualan kendaraan meningkat dalam jangka panjang.

Dikado Prius

Wakil Presiden Jusuf Kalla memperoleh kado spesial saat meresmikan Toyota Spare Part Center kemarin (4/9). Kalla memperoleh bingkisan mobil Toyota Prius Hybrid dari PT Toyota Astra Motor. Wapres pun segera melaporkan hadiah mobil bertenaga listrik dan bensin seharga Rp 495 juta itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

''Saya berterima kasih pada Toyota. Prius itu bukan untuk saya pribadi, tapi untuk dicoba-coba siapa pun yang ingin merasakan. Nanti saya dilaporkan ke KPK, disangka menerima gratifikasi,'' ujar Kalla.

Ping dolo 12 3 4 5 6 7 8 9 10

0 komentar

Poskan Komentar

Langgan: Poskan Komentar (Atom)